Stress dikit pengennya jajan. bosen dikit, pengennya belanja. Mungkin kalimat itulah yang cocok melekat pada diri perempuan. Jajan dan belanja rasanya sudah melekat dalam tabiat seorang perempuan. Apalagi dengan segala kemudahan hari ini, ingin sesuatu bisa cukup dengan klik tanpa harus pergi kemana-mana. Wajar, jika di era digital saat ini, kita seringkali memposisikan diri kita hanya sebagai pengguna aplikasi. Padahal, tanpa disadari kita juga menjadi “target”—baik dari sisi iklan, gaya hidup, hingga keputusan finansial yang seringkali impulsif. Hal ini tentu menjadi pengingat bahwa literasi keuangan bukan lagi pilihan, tetapi sudah menjadi kebutuhan. Saya pribadi merasakan hal ini secara nyata. Sudah hampir 10 tahun menjalani pernikahan, namun jujur saja, pengetahuan tentang manajemen keuangan rumah tangga masih sangat minim. Awalnya saya hanya berpikir, selama kebutuhan terpenuhi dan tidak berutang, semuanya baik-baik saja. Tapi ternyata, mengelola keuangan bukan hanya soal c...