Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi

Menanti Fajar Keadilan

Oleh : Dwi P. Sugiarti 73 tahun merdeka Negeriku lepas dari sekat penjajahan Tapi hari ini aku bertanya Tentang arti keadilan Kekuasaan bak singa yang kelaparan Melahap siapapun yang dating Merdeka harusnya berkeadilan Bukan malah hilang dimakan oleh petang Hari ini aku melihat Tentang potret diskriminasi Keadilan telah tersekat Padahal kami hidup di alam demokrasi Belum lagi... Potret buram aparat tak bisa ditutupi Penegak hukum tapi terjerat korupsi Jika sudah begini.. Siapakah penegak hukum kami? Wahai Pak Presiden yang kami hormati Akankah ini terus jadi santapan kami? Kazaliman tak henti di depan mata kami Seolah kami tak lagi berarti Wahai Presiden sang pemimpin tertinggi Kuharap, ini bukan akhir cerita kami Sebab kami masih menanti Fajar keadilan di depan mata kami Keterangan : puisi ini berangkat dari fakta tentang potret buram dunia peradilan negeri ini. Tercatat sepanjang tahun 2018 ada 2809 pengaduan ke Bawas MA terhadap aparatur peradilan. Perila...

KARTINI, KONDE DAN ISLAM

Oleh : Dwi P Sugiarti 21 april jadi peringatan hari kartini Jasanya begitu menginspirasi Tapi apa yang terjadi hari ini? kebaya dan konde seolah jadi tradisi Padahal Kartini berharga karena kecemerlangan ide Menentang tradisi dan adat dengan pede Bukan sekedar kebaya dan konde Lalu, bagaimana dengan emansipasi? Faktanya, pengusung emansipasi lebih suka pakai rok mini Katanya ini hak asasi Yang tak boleh dipersekusi Seharusnya mereka tahu Bahwa kartini telah lama merindu Pada islam ia ingin berguru Mendalami dan menimba ilmu Seharusnya mereka pahami Kartini muslimah sejati Lewat ayat-ayat Rabbani ia telah terilhami Dan aku percaya Islam inspirasinya seperti kata dalam suratnya Dari Gelap menuju Cahaya #kartinitanpakonde #milad6Revowriter #gerakanmedsosuntukdakwah Noted : Puisi ini sudah pernah saya publish di facebook personal milik saya (Dwi P Sugiarti) pada tanggal 21 April 2018