Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Motivation

Hei Pemuda, Sadar Umur Yuk!

Mencari jati diri, integritas, hingga eksistensi, identiknya lekat dengan kaum muda. Namun, tak sedikit pula para pemuda mengisinya dengan kesenangan duniawi.  "Mumpung masih muda" katanya.  Tapi, coba kita resapi pesan dari Nabi Muhammad SAW ini.  “Tidak akan bergeser kaki manusia di hari kiamat dari sisi Rabbnya sehingga ditanya tentang lima hal: tentang umurnya dalam apa ia gunakan, tentang masa mudanya dalam apa ia habiskan, tentang hartanya darimana ia peroleh dan dalam apa ia belanjakan, dan tentang apa yang ia amalkan dari yang ia ketahui (ilmu).” (HR. At-Tirmidzi, Lihat Ash-Shahihah no. 946) Usia manusia adalah hal misteri. Tak ada yang tahu kapan antrian kematian itu sampai pada kita. Namun banyak dari kita seolah tak menyadari bahwa tak semua orang mati di usia senja.  Pesan Rasulullah diatas harusnya membuat kita sadar bahwa salah satu hal yang akan ditanya di yaumil akhir kelak adalah soal umur. Namun ada yang unik dari hadits di atas. Apa itu...

3 Hal yang Bisa Diambil dalam Film "Miskin Susah Kaya Susah"

Beberapa hari yang lalu saya menonton sebuah film tahun 2013 yang berjudul "Miskin Susah, Kaya Susah". Film ini diangkat dari sebuah cerpen berjudul "Pispot" karya Hamsad Rangkuti. Film ini sempat tayang di salah satu stasiun TV swasta di negeri ini.  Berkisah tentang sepasang suami istri miskin yang hidupnya begitu nelangsa di sebuah kampung kumuh di pinggiran kota. Mas Karyo (Epy Kusnandar) hanyalah seorang tukang tambal ban. Namun kenyataan pahit harus ia terima saat anaknya Tini menderita sakit tumor otak. Saroh, Sang istri meminta suaminya untuk membawa anaknya ke rumah sakit agar bisa ditolong dan ditangani pihak medis.  Mas Karyo menunggu orang yang mampir ke lapak tambal bannya Namun nasib ! ia hanya seorang tukang tambal ban yang tak punya penghasilan tetap. Di sisi lain ia merasa bimbang dan khawatir dengan kondisi Tini.berbagai upaya ia lakukan dari meminjam uang hingga menjual TV, satu-satunya barang berharga yang ia miliki. Namun...

Belajar Menghargai Hidup

Pepatah jawa mengatakan "urip iku sawang sinawang" Ya, kehidupan kita di hadapan orang lain memang bisa dilihat bahkan terlihat oleh orang lain begitupun sebaliknya. Sehingga wajar orang atau diri kita bisa menilai kehidupan kita berjalan meski tak semua tampak.  ujungnya, terkadang atau mungkin seringnya kita membandingkan hidup kita dengan orang lain.  Mengapa nasib baik tak berpihak pada kita?  Mengapa orang lain bisa punya usaha yang maju? Mengapa ia bisa langsung mendapat sesuatu yang ia inginkan? Mengapa dia punya pasangan yang membuat hati terus berbunga-bunga?  Begitulah seterusnya. Pertanyaan "mengapa"  semacam ini tak pernah ada habisnya.  Apa yang kemudian dilakukan? Ada dua kemungkinan jawabannya.  Pertama, Kita akan berandai-andai seolah bisa seperti orang lain. Punya mimpi yang baik memang tak ada salahnya. Namun jika hanya sekedar mengandaikan kehidupan orang lain dengan kehidupan kita tentu hanya akan mengha...

7 Prinsip Berpikir Positif

Tak ada manusia di dunia ini yang luput dari masalah. Namun seringkali, saat masalah hadir dalam kehidupan kita, pikiran negatiflah yang kerap muncul dalam otak kita. Merasa tidak nyaman, kacau, kalut, tidak tenang, khawatir bahkan putus asa.  Coba sejenak pahami, Pernahkah kita berpikir bahwa kesuksesan seseorang tidak selalu diperoleh dengan satu kali usaha? Adakalanya ia harus jatuh berkali-kali hingga ia mendapat kesuksesannya. Lalu bagaimana ia bisa bangkit meski ia sudah terjatuh berulang kali. Bisa jadi ia memulai dan melatih dirinya dengan terapi berpikir positif.  Secara umum berpikir positif adalah aktivitas berpikir yang dilakukan dengan tujuan untuk membangun dan membangkitkan aspek positif dalam diri, baik itu berupa potensi, semangat, tekad maupun keyakinan diri. Mengapa ini penting? Sebab saat seseorang "jatuh" pikirannya akan didominasi oleh pikiran negatif. Namun saat ia merasa bahwa ia harus keluar dari masalah, maka ia sedang mencoba membangun pikiran posit...

Kemudahan Setelah Kesulitan

Pagi itu aku berencana untuk menemani suami mengajar di kota Tasikmalaya.  Pikirku, lumayan bisa sambil jalan-jalan daripada bosan di rumah. Perjalanan normal biasanya menghabiskan waktu sekitar dua jam perjalanan. Namun kami berinisiatif berangkat lebih pagi karena ingin mencoba track baru walaupun memang lebih jauh dengan selisih waktu tempuh 40 menit lebih lama.  Sebelum melewati jalan tersebut kami cek terlebih dahulu apakah jalan yang kami lewati lancar atau tidak.  Dan yang terpenting jalanan yang kami lewati bukan jalan sempit dan berbatu.  Setelah mengecek bahwa jalan yang akan kami lewati aman dan lancar serta bukan jalanan sempit dan berbatu kamipun mantap memilih jalur yang sudah kami pilih.  Kami berangkat pukul 08.30 menyusuri daerah karangpawitan yang sering macet.  Dengan jalanan penuh asap kendaraan yang hitam kami melewati kemacetan hampir 10 menit lamanya. Selepas dari sana, alhamdulillah jalanan lengang dan lancar.  Sekitar...

Melihat Apa Yang Kita Yakini (Terinspirasi dari Film The Discovery)

Seseorang yang tak memiliki keyakinan yang benar tentang kehidupan setelah mati akan membuat dirinya berbuat sesuka hatinya. Sedikit gambarannya ada dalam film berjudul The Discovery yang rilis pada tahun 2017. Film ini bercerita tentang seorang ilmuwan bernama Dr. Harber yang membuat sebuah penemuan tentang adanya kehidupan pasca kematian melalui alat hasil ciptaannya. Namun rupanya penemuan ini membuat jutaan orang bunuh diri karena ingin merasakan adanya “kehidupan” selanjutnya. Sebagian lagi, mereka memilih untuk mendatangi Dr. Harber agar bisa melihat kehidupan masa depan.  Namun setelah ditelusuri,  ternyata alat hasil ciptaanya bukan memberikan gambaran tentang kehidupan setelah mati tetapi gambaran kehidupan berbeda dari manusia selama di dunia. Apa yang bisa kita ambil dari film tersebut? Dari film ini kita belajar memahami bahwa hakikatnya tak ada manusia yang siap mati.  Di sisi lain keberadaan orang-orang yang tak mengimani Tuhan (Allah) dan adanya keh...