Sebuah data dari Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA), pada rentang Januari hingga November 2023 sudah terdapat 15.120 kasus kekerasan terhadap anak. Sebanyak 12.158 korban anak perempuan dan 4.691 korban anak laki-laki. Dari angka itu, kekerasan seksual menempati urutan pertama dari jumlah korban terbanyak sejak tahun 2019 sampai tahun 2023. Pelaku kekerasan seksual terhadap anak ini umumnya berasal dari lingkungan terdekatnya. Mulai pacar, teman, tetangga, guru bahkan orangtuanya sendiri Tingginya angka kekerasan pada anak semakin mengkhawatirkan. Dari tahun ke tahun, angka ini masih kerap naik. Hal ini tentu menjadi sorotan publik. Saya pribadi, sebagai seorang ibu merasa khawatir melihat kondisi seperti ini. Anak-anak seperti tidak punya tempat yang aman untuk bermain dan belajar. Namun kekhawatiran ini tidak bisa dibiarkan. Masyaallah, beberapa gerakan baik dari lingkup pemerintah, komunitas hingga individu dilakukan untuk menjadi solusi...