Langsung ke konten utama

Postingan

Ini Dia Panduan SEO Dasar untuk Blogger Pemula

Di era digital saat ini, punya blog bukan hanya sekadar hobi, tapi juga bisa menjadi sumber penghasilan. Meski saat ini, sebagian besar konten lebih banyak berupa maupun video, namun blog masih diminati. Kabar baiknya, untuk kamu yang baru mulai ngeblog ditahun 2026, bisa mulai dengan blog gratis dan tetap mengoptimalkannya agar muncul di mesin pencari melalui SEO (Search Engine Optimization). Artikel ini akan membantumu memahami SEO dasar, mulai dari konsep hingga praktik sederhana yang bisa langsung diterapkan. Disclaimer, tulisan ini adalah sedikit hasil rangkuman dari kelas online yang diadakan oleh kak Novarty pada 12 April 2026 lalu. Jujur, bagi aku walaupun kelas ini dibuka untuk pemula tapi untuk aku yang sebenernya udah lama ngeblog, materinya daging banget. Karena walaupun udah lama punya blog, aku masih belum banyak tau soal SEO.  Buat yang baru belajar SEO,semoga tulisan ini membantu, ya .  Apa Itu SEO? SEO (Search Engine Optimization) adalah strategi untuk membuat...
Postingan terbaru

Perempuan Melek Keuangan: Dari Tidak Tahu Menjadi Lebih Sadar

Stress dikit pengennya jajan. bosen dikit, pengennya belanja.  Mungkin kalimat itulah yang cocok melekat pada diri perempuan. Jajan dan belanja rasanya sudah melekat dalam tabiat seorang perempuan. Apalagi dengan segala kemudahan hari ini, ingin sesuatu bisa cukup dengan klik tanpa harus pergi kemana-mana. Wajar, jika di era digital saat ini, kita seringkali memposisikan diri kita hanya sebagai pengguna aplikasi. Padahal, tanpa disadari kita juga menjadi “target”—baik dari sisi iklan, gaya hidup, hingga keputusan finansial yang seringkali impulsif. Hal ini tentu menjadi pengingat bahwa literasi keuangan bukan lagi pilihan, tetapi sudah menjadi kebutuhan. Saya pribadi merasakan hal ini secara nyata. Sudah hampir 10 tahun menjalani pernikahan, namun jujur saja, pengetahuan tentang manajemen keuangan rumah tangga masih sangat minim. Awalnya saya hanya berpikir, selama kebutuhan terpenuhi dan tidak berutang, semuanya baik-baik saja. Tapi ternyata, mengelola keuangan bukan hanya soal c...

Hana Maulida: Sang 'Kakak Aman' Inspirator Perlindungan Anak

Sebuah data dari Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA), pada rentang Januari hingga November 2023 sudah terdapat 15.120 kasus kekerasan terhadap anak. Sebanyak 12.158 korban anak perempuan dan 4.691 korban anak laki-laki.  Dari angka itu, kekerasan seksual menempati urutan pertama dari jumlah korban terbanyak sejak tahun 2019 sampai tahun 2023. Pelaku kekerasan seksual terhadap anak ini umumnya berasal dari lingkungan terdekatnya. Mulai pacar, teman, tetangga, guru bahkan orangtuanya sendiri Tingginya angka kekerasan pada anak semakin mengkhawatirkan. Dari tahun ke tahun, angka ini masih kerap naik. Hal ini tentu menjadi sorotan publik. Saya pribadi, sebagai seorang ibu merasa khawatir melihat kondisi seperti ini. Anak-anak seperti tidak punya tempat yang aman untuk bermain dan belajar. Namun kekhawatiran ini tidak bisa dibiarkan.  Masyaallah, beberapa gerakan baik dari lingkup pemerintah, komunitas hingga individu dilakukan untuk menjadi solusi...

Lakukan Hal ini untuk jadi Public Speaker yang Handal

Dua belas tahun lalu saya adalah mahasiswa yang cukup aktif dalam organisasi kampus. Saya sempat aktif sebagai anggota BEM fakultas dan masuk bidang Penalaran dimana salah satu fokusnya adalah mengadakan seminar atau workshop di tingkat fakultas. Pengalaman inilah yang saat itu membuat kemampuan public speaking saya meningkat meski saya belum pernah menjadi pembicara dalam sebuah event .  Saat itu, saya cukup aktif memberikan komentar atau pertanyaan saat berada dalam forum diskusi. Ya, meski rasa grogi bahkan takut melakukan kesalahan dalam berpendapat namun saya terus memberanikan diri untuk berbicara di publik.  Dua belas tahun berlalu, saya berpikir kemampuan itu seolah tak terpakai terlebih setelah saya menikah dan mempunyai anak. Saya lebih banyak belajar tentang sesuatu yang dekat dengan keseharian saya sebagai seorang istri dan ibu. Hingga suatu hari saya pernah diminta untuk mengisi diskusi kecil tentang kepenulisan karena saya aktif menulis di media dan juga menulis...

Membangun Asa Pemerataan Pendidikan di Wilayah Timur Indonesia bersama PFP

Sumber : pixabay.com Sudah tahun 2024, namun pemerataan pendidikan masih jadi PR di negeri ini . Negeri yang punya potensi besar, namun masyarakatnya masih jauh dari mimpi SDM yang berkualitas. Namun kita tak patut hanya mengkritik tanpa ada aksi nyata.  Ada cerita yang sering aku  dengar dari Ayahku, saat aku kecil. Dulu, ayahku  bercerita bahwa  ia sangat ingin sekali mengenyam pendidikan hingga Perguruan tinggi. Saat itu, ayahku adalah seorang siswa SMK. Namun saat beliau masih kelas dua,  keinginannya untuk bisa masuk perguruan tinggi harus kandas karena perubahan kebijakan di negeri ini. Beliau pun akhirnya bertekad agar semua anaknya bisa merasakan belajar hingga ke perguruan tinggi dan mimpi itu terwujud. Semua anak-anaknya bisa mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi.  Jika ayahku punya mimpi agar semua anak-anaknya bisa merasakan bangku kuliah, maka begitupun yang dilakukan oleh Bhrisco Jordy Dudi Padatu. Pemuda kelahiran Jayapura yang punya s...

Dari Elmi Ismau untuk Wujudkan Inklusifitas Bagi Disibilitas

Kaum disabilitas memiliki kebutuhan yang sama dengan masyarakat umum lainnya. Apalagi bila sudah masuk ke ranah publik. Disisi lain, hal ini tidak sejalan dengan fasilitas yang ada termasuk dalam hal pekerjaan. Masih sedikit lapangan kerja yang terbuka bagi para penyandang disabilitas, meskipun Undang-Undang Tentang Penyandang Disabilitas mewajibkan instansi pemerintah dan swasta menyediakan kuota bagi kaum disabilitas.   Menurut Survei Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap jumlah penduduk tersebut penyandang disabilitas di Indonesia mencapai sekitar 22,5 juta orang pada tahun 2022. Jumlah tersebut telah meningkat dari tahun 2021 yang sebesar 16,5 juta. Penelitian yang sama menunjukkan bahwa hanya 7,6 juta dari 17 juta penyandang disabilitas usia produktif yang bekerja. Data di atas bukanlah jumlah yang sedikit. Di sisi lain, penyandang disabilitas berhadapan dengan paradigma berpikir yang kerap mendiskriminasi golongan ini, meskipun secara legal penyandang disabilitas di Indo...

Memulai April dengan Kembali Menulis

Tak terasa sudah dipenghujung maret. Bulan demi bulan terus berjalan. Namun aku merasa bahwa blogku sudah lama tak terisi. Maka pikirku, mungkin saatnya april ku isi kembali agar blogku kembali hidup.  Tak perlu harus berpanjang lebar saat bercerita, namun yang terpenting aku konsisten mengisinya.  Bagi kamu yang menunggu ceritaku, bolehlah berkunjung. Harapanku aku bisa mengisinya dengan ragam tulisan yang berkaitan dengan dunia perempuan dan Islam.  Aku seorang perempuan muslim yang berharap aku bisa berbagi tentang diriku baik sebagai seorang perempuan maupun seorang muslim.  Kelak jika tulisanku bermanfaat bagimu maka bagilah dengan yang lain. Meski sampai detik ini aku bukan siapa-siapa.