Langsung ke konten utama

Hana Maulida: Sang 'Kakak Aman' Inspirator Perlindungan Anak

Sebuah data dari Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA), pada rentang Januari hingga November 2023 sudah terdapat 15.120 kasus kekerasan terhadap anak. Sebanyak 12.158 korban anak perempuan dan 4.691 korban anak laki-laki. 

Dari angka itu, kekerasan seksual menempati urutan pertama dari jumlah korban terbanyak sejak tahun 2019 sampai tahun 2023. Pelaku kekerasan seksual terhadap anak ini umumnya berasal dari lingkungan terdekatnya. Mulai pacar, teman, tetangga, guru bahkan orangtuanya sendiri

Tingginya angka kekerasan pada anak semakin mengkhawatirkan. Dari tahun ke tahun, angka ini masih kerap naik. Hal ini tentu menjadi sorotan publik. Saya pribadi, sebagai seorang ibu merasa khawatir melihat kondisi seperti ini. Anak-anak seperti tidak punya tempat yang aman untuk bermain dan belajar. Namun kekhawatiran ini tidak bisa dibiarkan. 

Masyaallah, beberapa gerakan baik dari lingkup pemerintah, komunitas hingga individu dilakukan untuk menjadi solusi. 

Menggagas Kakak Aman Indonesia



(Picture : Edukasi Kakak Aman di Sekolah dan Tempat Umum
Sumber :  kakakaman.id)

Hana Maulida seorang Ibu yang tinggal di daerah Serang, Banten, punya keresahan terhadap tingginya angka kekerasan di daerahnya. Berawal dari keresahannya melihat banyaknya kasus kekerasan pada anak, Hana Maulida bersama dua orang temannya yang salah satunya adalah seorang guru SD, memulai langkah kecil untuk berkontribusi  menekan angka kekerasan seksual pada Anak dengan membentuk gerakan Kakak Aman Indonesia pada awal 2023 lalu. 

Gerakan ini lahir dari rasa prihatin mereka terhadap kekerasan terhadap anak khususnya kekerasan seksual yang semakin banyak. Hana dan tim memulai gerakan Kakak Aman Indonesia dari sebuah sekolah dasar yakni SDN Buah Gede, Kota Serang, Banten, hingga akhirnya gerakan ini dikenal tidak hanya di Kota Serang tetapi juga di Kabupaten Serang dan Cilegon.

Gerakan Kakak Aman Indonesia adalah gerakan yang bertujuan memberikan pendidikan sederhana dan mudah dipahami kepada anak-anak (TK dan SD) tentang cara melindungi diri dari kekerasan seksual.

Melalui modul yang disusun dengan bahasa yang sederhana dan dari hasil diskusi dengan para ahli, Hana memberikan edukasi pada anak-anak di sekolah sekitar di daerahnya. Modul itu disusun secara menarik dan kreatif agar anak tertarik dan memahaminya dengan mudah. Seperti dongeng, cerita bergambar dan lainnya.

Modul yang diberikan ada dua. Modul yang pertama adalah khusus untuk pencegahan kekerasan seksual. Mereka mengajarkan tentang bagian tubuh pribadi. Jadi meraka mengajarkan bahwa ada bagian tubuh anak yang ketika itu disentuh oleh orang lain artinya orang itu punya niat yang tidak baik pada kita.
Sedangkan modul yang kedua adalah memberitahu anak bagaimana harus bersikap ketika menghadapi situasi-situasi yang sulit tersebut. Dua modul ini tentunya bisa memberikan edukasi bagi anak. Menariknya, modul Gerakan Kakak Aman ini  gratis dan bisa diakses siapapun. Siapa saja bisa mempelajarinya sehingga gerakan ini bisa dimulai kapan saja dan dimana saja. Mereka yang mau terlibat dalam gerakan ini cukup menghubungi Hana untuk mendapatkan breafing dan coaching. Setelahnya para relawan bisa langsung terjun untuk memberikan edukasi lewat modul dari Kakak Aman Indonesia. 

Astra Merajut Mimpi Hana Maulida

Berkat kontribusinya dalam upaya mencegah kekerasan seksual pada Anak, Hana Maulida mendapatkan apresiasi Astra Awards pada tahun 2024 sebagai pemenang di bidang pendidikan. Komunitas Kakak Aman diharapkan dapat menjadi ruang aman bagi anak-anak, sekaligus membantu mereka agar tidak menjadi korban kekerasan seksual. 

"Kita ini bisa apa? Apakah hanya diam dan menyaksikan? Sementara anak-anak Indonesia, anak-anak pintar di luar sana itu tumbuh berkembang setiap harinya tanpa ada yang memberitahu mereka, gimana caranya melindungi dirinya sendiri dari kekerasan seksual, khususnya," Ucap Hana dalam Event pengumuman SATU Indonesia Awards.

Penghargaan ini tidak hanya apresiasi simbolis berupa hadiah dana pembinaan, penerima penghargaan juga berkesempatan untuk berkolaborasi dengan program sosial Astra, seperti Kampung Berseri Astra dan Desa Sejahtera Astra.

Hal ini menjadi angin segar bagi Hana dan Kakak Aman. Terlebih gerakan ini tidak hanya menyasar anak-anak, tetapi juga memberi edukasi kepada guru, orang tua, komunitas sekolah, dan masyarakat sekitar agar mereka lebih sadar terhadap isu kekerasan seksual anak dan terlibat dalam upaya perlindungan. Melalui dukungan Astra, beberapa workshop edukatif dalam momen seperti Hari Anak Nasional, di mana Hana turut menjadi narasumber. 

Sebagai penerima penghargaan Astra, Hana juga memiliki kesempatan untuk menjalin kolaborasi lebih luas dengan program-program sosial Astra. Hal ini memungkinkan gerakan Kakak Aman bisa menjangkau lebih banyak wilayah dan berkaitan dengan agenda pembangunan yang lebih besar, seperti visi ramah anak dan pembangunan berkelanjutan. 

Dengan adanya kolaborasi diantar keduanya, semoga upaya pencegahan tindak kekerasan seksual pada Anak bisa diatasi

Sumber :

[1]: https://www.tempo.co/ekonomi/astra-apresiasi-5-pemenang-satu-indonesia-award-ke-15-2024

[2] https://umkm.kompas.com/read/2024/10/31/140323183/astra-apresiasi-5-pemuda-inspiratif-di-satu-indonesia-awards-2024

[3] https://umkm.kompas.com/read/2024/10/31/160000083/ini-5-inovasi-berkelanjutan-pemuda-inspiratif-yang-diapresiasi-astra

[4]: https://indonesia.jakartadaily.id/nasional/69315613266/workshop-edukatif-bangun-generasi-tangguh-komitmen-astra-mendukung-hari-anak-nasional

[5]: https://pancarpos.com/26/07/2025/astra-dukung-hari-anak-nasional-lewat-workshop-edukatif-untuk-bangun-generasi-tangguh/

[6]: https://www.otorian.id/2024/11/02/merayakan-inspirasi-pemuda-15th-satu-indonesia-awards-2024/
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

3 Hal yang Bisa Diambil dalam Film "Miskin Susah Kaya Susah"

Beberapa hari yang lalu saya menonton sebuah film tahun 2013 yang berjudul "Miskin Susah, Kaya Susah". Film ini diangkat dari sebuah cerpen berjudul "Pispot" karya Hamsad Rangkuti. Film ini sempat tayang di salah satu stasiun TV swasta di negeri ini.  Berkisah tentang sepasang suami istri miskin yang hidupnya begitu nelangsa di sebuah kampung kumuh di pinggiran kota. Mas Karyo (Epy Kusnandar) hanyalah seorang tukang tambal ban. Namun kenyataan pahit harus ia terima saat anaknya Tini menderita sakit tumor otak. Saroh, Sang istri meminta suaminya untuk membawa anaknya ke rumah sakit agar bisa ditolong dan ditangani pihak medis.  Mas Karyo menunggu orang yang mampir ke lapak tambal bannya Namun nasib ! ia hanya seorang tukang tambal ban yang tak punya penghasilan tetap. Di sisi lain ia merasa bimbang dan khawatir dengan kondisi Tini.berbagai upaya ia lakukan dari meminjam uang hingga menjual TV, satu-satunya barang berharga yang ia miliki. Namun...

Ini Dia Panduan SEO Dasar untuk Blogger Pemula

Di era digital saat ini, punya blog bukan hanya sekadar hobi, tapi juga bisa menjadi sumber penghasilan. Meski saat ini, sebagian besar konten lebih banyak berupa maupun video, namun blog masih diminati. Kabar baiknya, untuk kamu yang baru mulai ngeblog ditahun 2026, bisa mulai dengan blog gratis dan tetap mengoptimalkannya agar muncul di mesin pencari melalui SEO (Search Engine Optimization). Artikel ini akan membantumu memahami SEO dasar, mulai dari konsep hingga praktik sederhana yang bisa langsung diterapkan. Disclaimer, tulisan ini adalah sedikit hasil rangkuman dari kelas online yang diadakan oleh kak Novarty pada 12 April 2026 lalu. Jujur, bagi aku walaupun kelas ini dibuka untuk pemula tapi untuk aku yang sebenernya udah lama ngeblog, materinya daging banget. Karena walaupun udah lama punya blog, aku masih belum banyak tau soal SEO.  Buat yang baru belajar SEO,semoga tulisan ini membantu, ya .  Apa Itu SEO? SEO (Search Engine Optimization) adalah strategi untuk membuat...

Negeri Tanpa Rasa (ODOP Day 27 of 99)

                                          https://www.youtube.com/watch?v=79FQRiBPPPQ Judul diatas merupakan salah satu judul film pendek berdurasi lima menit(diposting oleh akun Youtube: Ihsan Nur Azizi) yang cukup membuat saya tertarik sebab realitasnya ada dan terasa. Kebetulan sedang iseng mencari film-film pendek yang berisi kritik sosial,  akhirnya terpaut dengan film ini untuk sedikit memberi inspirasi opini lewat film tersebut.   Film ini menggambarkan tentang kondisi Indonesia dan rasanya sepertinya saya tidak perlu menggambarkan ulang lewat tulisan ini sebab apa yang ada dalam film tersebut sudah kita lihat sendiri baik lewat TV, sosial media atau langsung di depan mata kita sendiri. Negeri ini memang sudah “mati” rasa. Tak ada rasa iba terhadap sesama, tak punya rasa malu bahkan rasa-rasanya pemimpin negeri inipun telah lupa diri. Lihat saja, tak han...