Langsung ke konten utama

Bersama JNE, Bangun Kelom Kennedy hingga Bisa Lanjut Kuliah dan Berangkat Umrah

13 tahun bukan waktu yang sebentar untuk mengenang masa dulu saat di kampus. Aku bertemu dengan seorang junior namun beda jurusan di kampusku.  pertama kali bertemu di masjid kampus. Mutia Rahmi namanya. Mahasiswa jurusan ilmu perpustakaan yang terlihat periang itu datang saat aku sedang duduk di Selasar masjid. Pertemuan singkat yang membawaku mengenalnya hingga hari ini meski kami sudah berbeda jarak.
Adik kelas yang menurutku selalu membawa energi positif. Iya pernah bercerita, bahwa ia tak pernah menunjukkan rasa kesal didepan orang lain. 
Aku bukan tipe orang yang mau menunjukkan rasa kesal atau tidak suka dihadapan orang lain, Teh. Makanya teteh pasti selalu ngeliat aku ceria.

Sekarang aku jadi tahu mengapa ia punya banyak teman bahkan dekat dengan beberapa dosen di kampusnya. Selain karena ia pernah meraih juara 1 nasional lomba PKM dan menjadi salah satu mahasiswa berprestasi di jurusannya.
Lalu apa cerita istimewa lain tentang dirinya?
Ya, tentang pengalamannya membangun usaha bernama Kelom Kennedy. Usaha produk handmade yang berawal dari ide kreatif bersama dengan teman kampusnya hingga ia bisa melanjutkan kuliah bahkan umroh dari usahanya. Teman seperjuangannya juga berhasil meraih beasiswa pendidikan dengan membawa nama  Kelom kennedy.

Awal Mula Membangun Kelom Kennedy


Beragam model tas Kelom Kennedy
(Sumber : Instagram pribadi Mutia Rahmi)

Kelom Kennedy andalah hasil karya anak bangsa. Mutia Rahmi bersama dengan temannya memulai usaha ini lewat proposal bisnis 'Pekan Kreativitas Mahasiswa' pada tahun 2014. Ia mengambil ide bisnis tas kelom karena saat itu produk handmade sedang trend. Keunikannya ada pada kelom yang lebih familiar digunakan sebagai alas sandal atau sepatu. Sedangkan Nama KENNEDY adalah singkatan dari kelompen trendy. Bekerja sama dengan pengrajin dari Tasikmalaya ia berhasil memperoleh juara 1 dan memperoleh bantuan dana. 

Saat kuliah, usahanya masih berjalan seadanya karena kesibukan kuliah. Pasca lulus kuliah ia akhirnya melanjutkan sendiri usaha ini karena temannya sudah lulus dari kuliah dan punya kesibukkan masing-masing. Meski sendirian namun tekadnya yang kuat berhasil membuat produknya dikenal bahkan hingga ke mancanegara.

Berhasil lanjut Kuliah dan Umroh dari Hasil Kelom Kennedy

Tak mudah tentunya memulai bisnis handmade ini. Sebab hampir semuanya ia lakukan sendiri. Namun ia tak patah arang. Iapun terus berinovasi dengan memunculkan produk-produk baru. Usahanya membuahkan hasil. Bahkan saat kuliah, usahanya sudah mampu menambal biaya tiket pulang pergi ke Pontianak. Pasca lulus dari kuliah S1nya ia akhirnya melanjutkan kembali kuliah S2 dari hasil usaha Kelomnya. 

Tak berhenti dari situ, iapun bisa melaksanakan ibadah umrah. Teman seperjuangannyapun berhasil lolos beasiswa ke Belanda dengan membawa nama Kelom Kennedy. Bukan hal mudah tentunya. Ada pasang surut yang ia hadapi terlebih saat covid melanda.

JNE jadi salah satu Perusahaan Terbaik membersamai Kelom Kennedy


Geleri Kegiatan Kelom Kennedy
(Sumber : Instagram pribadi Mutia Rahmi)

Dibalik kesuksesan Mutia dalam membangun dan mengembangkan Kelom Kennedy tentu tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Selain para pengrajin kelom, keluarga dan juga teman, kelancaran usahanya juga tak lepas dari dukungan perusahaan logistik yang jadi tempat untuk mendistribusikan produknya hingga bisa sampai ke tangan pelanggan. Sebab selama ini social media dan marketplace menjadi tempat promosi produk-produknya. Wajar, jika pelanggan Kelom Kennedy sebagian besar ada di luar kota bahkan mancanegara.
JNE menjadi salah satu dari sekian banyak jasa logistik yang dipercaya oleh Mutia untuk mengirimkan produknya ke pelanggan. Bahkan Mutia merasa lebih senang menggunakan JNE dibanding yang lain.
Aku tuh lebih seneng kalau pake JNE, Teh. Selain karena lokasinya dekat dengan tempat tinggalku, pelayanan JNE juga bagus dan memuaskan. Beberapa kali aku dibantuin packing sama karyawannya karena aku packing kayu biar produknya tetap aman." kata Mutia.
Selain itu, karena produknya yang perlu dikemas dengan kemasan yang besar agar produknya tetap aman, ia merasa tak khawatir jika menggunakan JNE karena tak ada perhitungan volume yang sering kali menambah biaya ongkir.
Meski saat ini ia tengah rehat mengembangkan Kelom Kennedy, namun ia masih punya harapan besar terhadap usahanya. Sebab faktanya masih ada yang bertanya soal produknya.

Komitmen JNE mendukung UMKM

JNE awalnya hanya sebuah perusahaan pengiriman kecil yang muncul pada tahun 1990, seiring berjalannya waktu, JNE tumbuh bersama jutaan cerita masyarakat Indonesia. Dari mulai mengantarkan dokumen, paket, hingga membantu distribusi usaha kecil, JNE memahami bahwa setiap kiriman bukan hanya barang, tetapi juga harapan dan perjuangan.

Seiring berkembangnya UMKM di Indonesia, JNE hadir bukan hanya sebagai jasa logistik, tetapi juga sebagai partner perjalanan usaha. Banyak pelaku UMKM yang memulai bisnis dari rumah, dengan modal terbatas dan pasar yang masih kecil seperti Kelom Kennedy milik Mutia.

Mengusung tagline #Connecting happiness, JNE terus berusaha menjadi penghubung kebahagiaan bagi masyarakat, khususnya para pelaku UMKM. Filosofi ini menjadi bukti bahwa setiap paket yang dikirim bukan sekadar barang, melainkan harapan, perjuangan, dan mimpi yang ingin sampai ke tangan pelanggan.

Dalam sebuah acara yang digelar di Jakarta,  JNE juga terus menunjukkan komitmennya sebagai mitra strategis bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia melalui program edukatif bertajuk “Gollaborasi: Bergerak Bersama UMKM”.

JNE  ingin memastikan bahwa kami adalah mitra yang memberikan solusi nyata bagi tantangan bisnis di era digital,” ujar Hasmeliyani.

Melalui program tersebut JNE ingin memastikan bahwa UMKM tidak hanya memperoleh layanan pengiriman, tetapi juga dukungan pengetahuan dan teknologi agar mampu beradaptasi dengan perkembangan bisnis digital yang semakin pesat. JNE percaya bahwa keberhasilan UMKM akan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan. 

Selain menghadirkan pelatihan dan edukasi, JNE juga aktif membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari perusahaan teknologi, marketplace, hingga pemerintah daerah. Kolaborasi ini bertujuan membantu UMKM memperluas pasar, meningkatkan daya saing, dan mempermudah distribusi produk ke seluruh Indonesia.

Harapannya, semakin besar dukungan JNE terhadap UMKM yang saat ini tengah mengembangkan sayapnya, makan semakin berkembang pula komitmen untuk memajukan perekonomian di negeri ini. 

Untuk Mutia, semoga kelak Kelom Kennedy bisa kembali hidup untuk menghasilkan produk berkualitas yang juga melestarikan budaya Indonesia. 


#JNE #ConnectingHappiness #JNE35BergerakBersama  #JNEContentCompetition2026 #JNEBeragamCerita

Komentar

Postingan populer dari blog ini

3 Hal yang Bisa Diambil dalam Film "Miskin Susah Kaya Susah"

Beberapa hari yang lalu saya menonton sebuah film tahun 2013 yang berjudul "Miskin Susah, Kaya Susah". Film ini diangkat dari sebuah cerpen berjudul "Pispot" karya Hamsad Rangkuti. Film ini sempat tayang di salah satu stasiun TV swasta di negeri ini.  Berkisah tentang sepasang suami istri miskin yang hidupnya begitu nelangsa di sebuah kampung kumuh di pinggiran kota. Mas Karyo (Epy Kusnandar) hanyalah seorang tukang tambal ban. Namun kenyataan pahit harus ia terima saat anaknya Tini menderita sakit tumor otak. Saroh, Sang istri meminta suaminya untuk membawa anaknya ke rumah sakit agar bisa ditolong dan ditangani pihak medis.  Mas Karyo menunggu orang yang mampir ke lapak tambal bannya Namun nasib ! ia hanya seorang tukang tambal ban yang tak punya penghasilan tetap. Di sisi lain ia merasa bimbang dan khawatir dengan kondisi Tini.berbagai upaya ia lakukan dari meminjam uang hingga menjual TV, satu-satunya barang berharga yang ia miliki. Namun...

Ini Dia Panduan SEO Dasar untuk Blogger Pemula

Di era digital saat ini, punya blog bukan hanya sekadar hobi, tapi juga bisa menjadi sumber penghasilan. Meski saat ini, sebagian besar konten lebih banyak berupa maupun video, namun blog masih diminati. Kabar baiknya, untuk kamu yang baru mulai ngeblog ditahun 2026, bisa mulai dengan blog gratis dan tetap mengoptimalkannya agar muncul di mesin pencari melalui SEO (Search Engine Optimization). Artikel ini akan membantumu memahami SEO dasar, mulai dari konsep hingga praktik sederhana yang bisa langsung diterapkan. Disclaimer, tulisan ini adalah sedikit hasil rangkuman dari kelas online yang diadakan oleh kak Novarty pada 12 April 2026 lalu. Jujur, bagi aku walaupun kelas ini dibuka untuk pemula tapi untuk aku yang sebenernya udah lama ngeblog, materinya daging banget. Karena walaupun udah lama punya blog, aku masih belum banyak tau soal SEO.  Buat yang baru belajar SEO,semoga tulisan ini membantu, ya .  Apa Itu SEO? SEO (Search Engine Optimization) adalah strategi untuk membuat...

Sepenggal Kisah Tentang Arti Nama Blogku

Apa sih yang pertama kali ditanya orang saat kenalan?   Yes,  nama! Nama adalah bagian dari identitas diri. Jika kita lihat dalam KTP atau kartu tanda Pengenal lainnya,  nama menempati posisi pertama sebagai tanda pengenal tentang diri kita.  Nah,  ngomongin nama, bagi pemilik nama tentunya ngga sekedar menjadi tanda pengenal saja, sebab dalam sebuah nama terdapat arti yang terkandung di dalamnya.  Bahkan sebagian orang meyakini bahwa nama adalah bagian dari doa dan harapan bagi sang pemberi nama.   Jadi inti tulisan ini mau ngomongin apa sih?  Intinya mau bahas nama dong. Bukan namaku atau nama orang lain,  tapi nama blog.  Blogku kini langsung kunamai dengan namaku.  Kelihatannya biasa aja ya.  Tapi tau nggak?  Sebelum nama blogku yang sekarang,  nama sebelumnya adalah berkisahdenganpena.blogspot.com.  Nama blog ini muncul sejak tahun 2018 saat pertama kali aku punya blog.  Dulu harap...