Langsung ke konten utama

Dua Hal yang Aku Dapat dari Perjalanan Usaha Mbak Nilam Sari (Founder Babarafi)


Masyaallah tabarakallah 
Jumat, 21 Mei 2026 lalu saya mendapat kesempatan untuk ikut webinar yang diadakan oleh Komunitas ISB bareng Mbak Nilam Sari. Nama beliau mungkin tidak familiar, tapi kalau kamu tahu produk kebab Turki Babarafi, Nah beliau inilah foundernya. Webinar ini mengangkat tema "Tips Memulai Usaha Bersama Nilam Baba Rafi". 

Sebenernya ikut webinar ini, awalnya iseng aja buat ngisi waktu Jumat malam setelah pulang kerja. Selain itu, ini jadi salah satu cara aku untuk bisa tetap update blogku. Tapi masyaallah, yang tadinya hanya iseng, nyatanya malah buat aku punya semangat baru lagi untuk melakukan banyak hal positif dn produktif ditengah lelahnya bekerja. 

Membangun Babarafi : Dari Satu Gerobak sampai punya 1300 Outlet

Bersama dengan Teh Ani Berta yang memandu webinar, Mbak Nilam membuka dengan kisahnya saat ia membangun Babarafi. Beliau bercerita, bahwa Brand Kebab asal Surabaya yang muncul ditahun 2003 ini dimulai dari satu gerobak dengan modal 4 juta rupiah. 1 tahun kemudian ia mampu membuka 30 outlet diusianya yang baru menginjak 20 tahun. Awalnya ia membangun usaha ini bersama dengan suami pertamanya. 
Beberapa tahun kemudian Mbak Nilam memutuskan untuk memperluas usahanya dan pindah ke kota Jakarta. Tak butuh waktu lama, usahanya maju pesat hingga berhasil membuka 1300 outlet baik dalam maupun luar negeri. Namun kisah suksesnya dalam membangun usaha tak selalu berjalan mulus. Saat beliau tengah bersinar justru saat itu ujian menghampirinya. Ia pernah terlilit hutang 14 miliar, diterpa perceraian hingga harus menerima fakta pahit sang ibu yang divonis kanker Leukimia stadium 4.
Meski sempat putus asa hingga pernah ingin memutuskan untuk bunuh diri, Mbak Nilam Akhirnya bangkit dan satu per satu menyelesaikan masalah dalam bisnisnya. Beliau kini membangun usahanya dan berhasil membuat platform bisnis bukaoutlet.com yang sudah membantu 50+ brand lokal dan internasional untuk mengembangkan usaha mereka. Masyaallah..

Dua Pelajaran Berharga

Lalu apa yang diambil dari kisah mbak Nilam ini?
Ada banyak pelajaran yang bisa diambil dari kisah mbak Nilam Sari ini. Tapi menurutku dua hal yang menurutku wajib kamu punya dan pahami saat kamu mau memulai usaha atau bisnis. 
Pertama, Mulai sekarang dan Jangan menunda.
Seringkali kita berpikir
"Kalau gagal gimana?"
"Kalau rugi gimana?"
"Tapi belum banyak, ilmunya?"
Kalau kamu terus berputar-putar pada pikiranmu, yakin deh rencana usaha yang udah dibuat bakal cuma berhenti di rencana aja. Nggak akan mulai. 
Inget, Mbak Nilam memulai usahanya dari satu gerobak dengan modal 4 juta bahkan diusia 19 tahun! 
So, jangan pernah ngerasa takut gagal. Jadikan kegagalan bagian dari proses. 
 
Kedua, Jangan mudah berpuas diri. Bangun sistem yang kuat dan terus belajar
Salah satu hal yang membuat bisnis Mbak Nilam sempat mengalami chaos adalah mudah berpuas diri dengan proses yang cepat. Keberhasilannya membangun 1300 outlet membuat ia sempat merambah bisnis baru tanpa memikirkan sistem yang kuat pada bisnis pertamanya. Ini terjadi juga saat ia memutuskan pindah ke Jakarta. Usahanya yang berpusat di Surabaya sempat berantakan karena ia tidak membangun sistem yang kuat saat beliau tengah membangun cabang baru di Jakarta. 
Namun beliau tidak pernah berhenti belajar sampai akhirnya beliau perbaiki satu persatu. 

Penutup

Alhamdulillah bersyukur sekali bisa dapat kesempatan untuk bisa memperoleh ilmu baru dari Mbak Nilam Sari. Terimakasih kepada Teh Ani dan tim komunitas ISB yang telah membuat webinar ini. Semoga terus memberikan pengalaman positif lewat kegiatan-kegiatan lainnya di masa mendatang. Terimakasih juga kepada Mbak Nilam Sari. Pengalaman berharga buat saya pribadi bisa hadir dalam webinar kemarin. 

Cirebon, 23 mei 2026

Komentar

Postingan populer dari blog ini

3 Hal yang Bisa Diambil dalam Film "Miskin Susah Kaya Susah"

Beberapa hari yang lalu saya menonton sebuah film tahun 2013 yang berjudul "Miskin Susah, Kaya Susah". Film ini diangkat dari sebuah cerpen berjudul "Pispot" karya Hamsad Rangkuti. Film ini sempat tayang di salah satu stasiun TV swasta di negeri ini.  Berkisah tentang sepasang suami istri miskin yang hidupnya begitu nelangsa di sebuah kampung kumuh di pinggiran kota. Mas Karyo (Epy Kusnandar) hanyalah seorang tukang tambal ban. Namun kenyataan pahit harus ia terima saat anaknya Tini menderita sakit tumor otak. Saroh, Sang istri meminta suaminya untuk membawa anaknya ke rumah sakit agar bisa ditolong dan ditangani pihak medis.  Mas Karyo menunggu orang yang mampir ke lapak tambal bannya Namun nasib ! ia hanya seorang tukang tambal ban yang tak punya penghasilan tetap. Di sisi lain ia merasa bimbang dan khawatir dengan kondisi Tini.berbagai upaya ia lakukan dari meminjam uang hingga menjual TV, satu-satunya barang berharga yang ia miliki. Namun...

Ini Dia Panduan SEO Dasar untuk Blogger Pemula

Di era digital saat ini, punya blog bukan hanya sekadar hobi, tapi juga bisa menjadi sumber penghasilan. Meski saat ini, sebagian besar konten lebih banyak berupa maupun video, namun blog masih diminati. Kabar baiknya, untuk kamu yang baru mulai ngeblog ditahun 2026, bisa mulai dengan blog gratis dan tetap mengoptimalkannya agar muncul di mesin pencari melalui SEO (Search Engine Optimization). Artikel ini akan membantumu memahami SEO dasar, mulai dari konsep hingga praktik sederhana yang bisa langsung diterapkan. Disclaimer, tulisan ini adalah sedikit hasil rangkuman dari kelas online yang diadakan oleh kak Novarty pada 12 April 2026 lalu. Jujur, bagi aku walaupun kelas ini dibuka untuk pemula tapi untuk aku yang sebenernya udah lama ngeblog, materinya daging banget. Karena walaupun udah lama punya blog, aku masih belum banyak tau soal SEO.  Buat yang baru belajar SEO,semoga tulisan ini membantu, ya .  Apa Itu SEO? SEO (Search Engine Optimization) adalah strategi untuk membuat...

Negeri Tanpa Rasa (ODOP Day 27 of 99)

                                          https://www.youtube.com/watch?v=79FQRiBPPPQ Judul diatas merupakan salah satu judul film pendek berdurasi lima menit(diposting oleh akun Youtube: Ihsan Nur Azizi) yang cukup membuat saya tertarik sebab realitasnya ada dan terasa. Kebetulan sedang iseng mencari film-film pendek yang berisi kritik sosial,  akhirnya terpaut dengan film ini untuk sedikit memberi inspirasi opini lewat film tersebut.   Film ini menggambarkan tentang kondisi Indonesia dan rasanya sepertinya saya tidak perlu menggambarkan ulang lewat tulisan ini sebab apa yang ada dalam film tersebut sudah kita lihat sendiri baik lewat TV, sosial media atau langsung di depan mata kita sendiri. Negeri ini memang sudah “mati” rasa. Tak ada rasa iba terhadap sesama, tak punya rasa malu bahkan rasa-rasanya pemimpin negeri inipun telah lupa diri. Lihat saja, tak han...