Langsung ke konten utama

Postingan

Dari Elmi Ismau untuk Wujudkan Inklusifitas Bagi Disibilitas

Kaum disabilitas memiliki kebutuhan yang sama dengan masyarakat umum lainnya. Apalagi bila sudah masuk ke ranah publik. Disisi lain, hal ini tidak sejalan dengan fasilitas yang ada termasuk dalam hal pekerjaan. Masih sedikit lapangan kerja yang terbuka bagi para penyandang disabilitas, meskipun Undang-Undang Tentang Penyandang Disabilitas mewajibkan instansi pemerintah dan swasta menyediakan kuota bagi kaum disabilitas.   Menurut Survei Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap jumlah penduduk tersebut penyandang disabilitas di Indonesia mencapai sekitar 22,5 juta orang pada tahun 2022. Jumlah tersebut telah meningkat dari tahun 2021 yang sebesar 16,5 juta. Penelitian yang sama menunjukkan bahwa hanya 7,6 juta dari 17 juta penyandang disabilitas usia produktif yang bekerja. Data di atas bukanlah jumlah yang sedikit. Di sisi lain, penyandang disabilitas berhadapan dengan paradigma berpikir yang kerap mendiskriminasi golongan ini, meskipun secara legal penyandang disabilitas di Indo...

Memulai April dengan Kembali Menulis

Tak terasa sudah dipenghujung maret. Bulan demi bulan terus berjalan. Namun aku merasa bahwa blogku sudah lama tak terisi. Maka pikirku, mungkin saatnya april ku isi kembali agar blogku kembali hidup.  Tak perlu harus berpanjang lebar saat bercerita, namun yang terpenting aku konsisten mengisinya.  Bagi kamu yang menunggu ceritaku, bolehlah berkunjung. Harapanku aku bisa mengisinya dengan ragam tulisan yang berkaitan dengan dunia perempuan dan Islam.  Aku seorang perempuan muslim yang berharap aku bisa berbagi tentang diriku baik sebagai seorang perempuan maupun seorang muslim.  Kelak jika tulisanku bermanfaat bagimu maka bagilah dengan yang lain. Meski sampai detik ini aku bukan siapa-siapa. 

Sepenggal Kisah Tentang Arti Nama Blogku

Apa sih yang pertama kali ditanya orang saat kenalan?   Yes,  nama! Nama adalah bagian dari identitas diri. Jika kita lihat dalam KTP atau kartu tanda Pengenal lainnya,  nama menempati posisi pertama sebagai tanda pengenal tentang diri kita.  Nah,  ngomongin nama, bagi pemilik nama tentunya ngga sekedar menjadi tanda pengenal saja, sebab dalam sebuah nama terdapat arti yang terkandung di dalamnya.  Bahkan sebagian orang meyakini bahwa nama adalah bagian dari doa dan harapan bagi sang pemberi nama.   Jadi inti tulisan ini mau ngomongin apa sih?  Intinya mau bahas nama dong. Bukan namaku atau nama orang lain,  tapi nama blog.  Blogku kini langsung kunamai dengan namaku.  Kelihatannya biasa aja ya.  Tapi tau nggak?  Sebelum nama blogku yang sekarang,  nama sebelumnya adalah berkisahdenganpena.blogspot.com.  Nama blog ini muncul sejak tahun 2018 saat pertama kali aku punya blog.  Dulu harap...

Hidup Semakin Sehat dan Produktif Bareng Laptop Asus Zenbook Terbaru

Seorang teman pernah bertanya, "Kira-kira tahun depan apa sih yang mau kamu capai?" Pertanyaan diatas mungkin sering muncul di tengah-tengah kita. Meski biasanya, tanpa orang bertanyapun, diri kita juga pasti punya harapan bahwa setiap berganti tahun ada resolusi yang ingin dibuat.  "Eh, tapi kira-kira tahun lalu apa sudah tercapai resolusinya?" "Hmm pertanyaan ini pasti beda-beda jawabannya, kan?" Mungkin ada yang sudah tercapai, ada yang hanya sebagian atau bisa jadi sama saja dengan tahun sebelumnya. Padahal tentunya kita berharap bahwa setiap tahun berganti bisa lebih baik dari tahun sebelumnya. Entah secara materi, kebahagiaan, prestasi atau yang lainnya.  Nah, aku pribadi punya resolusi yang benar-benar ingin aku capai di tahun ini.  BISA PUNYA LAPTOP BARU! kenapa? Karena memang saat ini aku benar-benar butuh untuk menyalurkan hobi baruku semenjak akhir tahun lalu yakni menulis blog. Sebagai seorang bloger pemula, saat ini aku hanya bisa m...

Strategi Sehat dan Produktif Di Tengah Pandemi Bersama Keluarga Jempolan

Semenjak munculnya wabah virus covid-19 pada maret 2020 lalu, rentetan kebijakan dibuat untuk membatasi gerak masyarakat di luar melalui anjuran untuk bekerja, belajar dan beribadah dari rumah serta menaati protokol kesehatan guna memutus rantai penyebaran virus.  Ragam tantangan dan hambatan tentu dialami oleh kita dengan beragam sektor. Namun selayaknya pandemi ini tidak lagi dipandang sebagai musibah tetapi harus dilihat sebagai peluang dan tantangan yang mengubah pola hidup agar tetap sehat dan semakin produktif dan inovatif. Apalagi pasca masuknya era new normal, masyarakat diharapkan dapat segera melaksanakan aktivitas seperti biasa, tetapi dengan cara-cara baru yang tetap sehat dan produktif meskipun di masa pandemi Covid-19 tak terkecuali di lingkungan keluarga.  Rumah dan Produktivitas Tuntutan untuk tetap berada di dalam rumah  menjadikan rumah sebagai basecamp untuk belajar sekaligus bekerja. Namun tentu ini bukanlah hal mudah dijalani karena selama ini rumah a...

Hei Pemuda, Sadar Umur Yuk!

Mencari jati diri, integritas, hingga eksistensi, identiknya lekat dengan kaum muda. Namun, tak sedikit pula para pemuda mengisinya dengan kesenangan duniawi.  "Mumpung masih muda" katanya.  Tapi, coba kita resapi pesan dari Nabi Muhammad SAW ini.  “Tidak akan bergeser kaki manusia di hari kiamat dari sisi Rabbnya sehingga ditanya tentang lima hal: tentang umurnya dalam apa ia gunakan, tentang masa mudanya dalam apa ia habiskan, tentang hartanya darimana ia peroleh dan dalam apa ia belanjakan, dan tentang apa yang ia amalkan dari yang ia ketahui (ilmu).” (HR. At-Tirmidzi, Lihat Ash-Shahihah no. 946) Usia manusia adalah hal misteri. Tak ada yang tahu kapan antrian kematian itu sampai pada kita. Namun banyak dari kita seolah tak menyadari bahwa tak semua orang mati di usia senja.  Pesan Rasulullah diatas harusnya membuat kita sadar bahwa salah satu hal yang akan ditanya di yaumil akhir kelak adalah soal umur. Namun ada yang unik dari hadits di atas. Apa itu...

3 Hal yang Bisa Diambil dalam Film "Miskin Susah Kaya Susah"

Beberapa hari yang lalu saya menonton sebuah film tahun 2013 yang berjudul "Miskin Susah, Kaya Susah". Film ini diangkat dari sebuah cerpen berjudul "Pispot" karya Hamsad Rangkuti. Film ini sempat tayang di salah satu stasiun TV swasta di negeri ini.  Berkisah tentang sepasang suami istri miskin yang hidupnya begitu nelangsa di sebuah kampung kumuh di pinggiran kota. Mas Karyo (Epy Kusnandar) hanyalah seorang tukang tambal ban. Namun kenyataan pahit harus ia terima saat anaknya Tini menderita sakit tumor otak. Saroh, Sang istri meminta suaminya untuk membawa anaknya ke rumah sakit agar bisa ditolong dan ditangani pihak medis.  Mas Karyo menunggu orang yang mampir ke lapak tambal bannya Namun nasib ! ia hanya seorang tukang tambal ban yang tak punya penghasilan tetap. Di sisi lain ia merasa bimbang dan khawatir dengan kondisi Tini.berbagai upaya ia lakukan dari meminjam uang hingga menjual TV, satu-satunya barang berharga yang ia miliki. Namun...