Langsung ke konten utama

Postingan

Menulis adalah Seni Menyampaikan Kebenaran dan Mengikat Ilmu (ODOP Day 19 of 99)

Menulis adalah  Sebuah kata yang menurut sebagian orang terasa   mudah tapi ternyata sulit. Sulit kalau kita bicara dalam hal menentukan ide, kata pertama apa yang mau ditulis atau tidak tahu mau menulis apa? Tapi mudah buat mereka yang selalu punya ide mau menulis apa, siapa yang jadi objek tulisannya atau mau seperti apa tulisannya dan tentunya sudah terbiasa. Seben a rnya  mudah saja jika kita bingung ingin menulis apa. lihat saja apa yang kita lihat, dengar atau indra semuanya bisa dibuat tulisan. Misal ketika kita melihat bintang dilangit. Kita bisa menulis puisi tentang bintang atau mengarang sebuah cerita fiktif tentng asal muasal bintang dan masih banyak lagi. Menulis sebenarnya bisa dilakukan oleh semua kalangan. Anak kecil, remaja, dewasa bahkan kakek-nenek yang tua renta pun bisa menulis. Bahkan objek menulis bisa siapa dan apa saja. Nah, masalahnya sekarang adalah kenapa terkadang kita susah untuk memulainya? Semuanya selalu berawal dari proses. Tidak...

Menyederhanakan Masalah Sebab Hidup Itu Mudah (ODOP Day 18 of 99)

Di dunia ini tak ada manusia yang tak pernah tidak punya masalah. Jika orang miskin selalu mengeluh karena sering tak punya uang hingga harus berhutang sana sini tak berarti orang kaya dengan berlimpah harta tak bermasalah. bisa jadi Allah uji mereka dengan sakit yang tak kunjung sembuh atau hausnya ia akan kebahagian, jika para jomlo mengeluhkan dirinya yang tak kunjung menemukan pasangan hidup bukan berarti yang sudah menikah tak diuju. Bisa jadi Allah uji mereka dengan haraan memiliki keturan yang tak kunjung datang. Bahkan orang yang merasa dirinya tak punya masalah justru itu yang menjadi masalahnya. J Namun bukan berarti badai takkan berlalu. Ketika Allah memberi kesulitan pasti ada kemudahan yang membersamainya. Tentu kita sering mendengar ayat ini فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا “ Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan .” (QS. Alam Nasyroh: 5)   Ayat ini pun diulang setelah itu, إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا “ Sesungguhnya sesudah kesulitan itu...

Pacaran: Pemenuhan Naluri atau Hawa Nafsu? (ODOP Day 17 of 99)

Kayanya ngga aneh ada kasus kaya gini. Miris? Pastinya. Tapi memnag bukan hal baru. Jauh sebeblum ini, kasus pembunuhan dengan beragam motif kerap masuk berita baik media cetak maupun online. Faktornya apa? Kalo pacaran dan berujung pada kehamilan yang tidak diiinginkan biasanya karena malu dan belum siap buat bertangggungjawab. Kok bisa sih setega itu? Cinta remaja-remaji saat ini udah ngga lagi bicara soal rasionalistas. Kalau sudah mabuk cinta maka semua bisa diterjang termasuk berhubungan seks. Kalau sudah hamil akhirnya bingung harus diapakan. Mau nikah, belum siap. Belum lagi malu yang harus ditanggung. Tak sedikit yang akhirnya mencoba menghilangkan jejak lewat aborsi atau yang lebih tega, sang pacar membunuh pacarnya sendiri agar lepas dari tangggungjawab.  Trus kalau sudah begini siapa yang salah ? Cinta? Secara fitrahnya manusia telah diberi dua potensi. Pertama potensi hidup yang terbagi dalam tiga naluri. salah satunya adalah naluri berkasih sayang. Ini...

Dua Menit Untuk Mengetahui Siapa Anda? Part 1 (ODOP Day 14 of 99)

Seseorang yang menyertakan senyuman saat berinteraksi akan memberikan rasa nyaman atau menyenangkan pada lawan bicaranya begitupun ketika kita memberikan ekspresi dengan muka yang menegangkan maka orang akan merasa canggung ketika berinteraksi dengan kita. Inilah yang kemudian disebut bahasa tubuh atau perilaku nonverbal. Saat kita berpikir tentang tentang bahasa tubuh maka kita berpikir tentang komunikasi dan saat kita berpikir tentang komunikasi maka kita berpikir tentang interaksi. Dan bahasa tubuh atau perilaku nonverbal memberikan efek yang luar biasa ketika berinteraksi dengan orang lain.  Sebab nonverbal adalah bagaimana kita berkomunikasi dengan orang lain dan bagaiamana orang lain berkomunikasi dengan kita. Seorang peneliti di Universitas Tufts, Nalini Ambady pernah menunjukkan bahwa ketika seseorang menonton 30 detik klip tanpa suara tentang interaksi nyata antara dokter dan pasien, penilaian mereka akan keramahan dokter juga menentukan apakah dokter itu akan d...

Membaca : Memungut Simpul-Simpul Kata Bermakna (ODOP Day 13 of 99

Membaca bagi sebagian orang menjadi aktivitas yang membosankan dan membuat ngantuk. Dan sayangnya, ternyata minat baca masyarakat indonesia sangatlah rendah. Riset tahun 2014 yang dilansir oleh UNESCO bahwa 1: 100 orang indonesia yang gemar membaca. Dalam riset lain bertajuk The World’s most literate nations yang dilansir oleh central   connecticut state University pada tahun 2016 bahwa posisi minat baca orang indonesia menempati urutan ke-60 dari 61 negara. Terbayang ya, betapa rendahnya keinginan bahkan kebutuhan masyarakat kita untuk membaca buku. Bisa dibilang rata-rata orang indonesia hanya membaca 1 buku dalam setahun. Jika pun daca sampai selesai ternyata kebanyakan dari kita hanya mengulang sekali atau dua kali. Padahal prinsip membaca itu sama seperti ketika kita ngegym. Jika kita menginginkan tubuh yang ideal maka tak cukup satu kali melakukannnya. Begitupun dengan membaca. Jika kita menginginkan pengetahuan yang mendalam pada apa yang kita baca maka bacalah ...

Berbaik Sangka (ODOP Day 12 of 99)

Ditengah kondisi sekarang emang sulit untuk percaya dengan orang yang baru atau belum kita kenal. Karena ngga sedikit juga yang akhirnya modus untuk bisa dapetin suatu hal. Akhirnya yang terjadi apa? Seseorang yang mau melakukan sesuatu entah niatnya itu baik atau nggak faktanya selalu dinilai buruk. Seperti kemarin ketika teman saya kehilangan handphone pas mau pulang. Dia udah mikir macem-macem. Dalam pikirannya ia terus berasumsi bahwa yang ngambil jahatlah, ngeselin, tega sampe akhirnya dia kirim pesan-pesan mengancam  karena udah ngerasa sangat dirugikan. Bahkan untuk dapetin hpnya dia sampe mau ngejar dan nyamperin kesana karena tau posisi Hp itu lewat aplikasi. Walaupun ujung-ujungnyadia nyerah karena orang yang ngambil udah telalu jauh buat dikejar. Besoknya ternyata Hpnya balik lagi karena orang yang ngambil balikin HP teman saya. Orang yang nemuin adalah seorang ibu dan kemudian ibu itu bercerita bahwa dia mengambil HP itu karena dia menemukannya dijalan dan tergel...

LGBT Marak : Haruskah Kami Kehilangan Generasi? (ODOP Day 11 of 99)

                                   (Ilustrasi :http://www.lampost.co/berita-lingkungan-dan-lgbt) Realitas negeri ini mungkin tak beda jauh dengan cerita dalam film “Alangkah Lucunya Negeri Ini”. Hal yang seharusnya dalam undang-undang dan hukum mendapat sanksi tegas nyatanya menjadi sebuah fenomena yang menggurita dibiarkan bahkan tak sedikit memperoleh dukungan. Keberadaan praktek korupsi, menjual aset negara hingga masalah sosial seperti kasus KDRT, praktek kekerasan terhadap anak hingga LGBT yang sampai hari ini menjadi hal yang terus diperbincangkan. Mengambil salah satu masalah yang hari ini ramai diperbicangkan yakni keberadaan LGBT tentu banyak kalangan yang mengangkat suara baik pro maupun kontra. Pro kontra mengenai keberadaan LGBT terus menyeruak pasca adanya hasil putusan MK bahwa LGBT tidak termasuk bagian tindakan kriminal. Hal ini seolah menjadi angin segar bagi kaum yang pro...